Andai kamu bisa pahami aku saat ini
Kegelapan telah mengiringi langkahku
Sedang mataku perih setiap mengenangkanmu
Teriakanku lenyap dalam regukan besar waktu
Seperti embun yang terserap cahaya pagi
kota hujan sediam kayu hitam
Tiang kenangan yang menopang
Rumah renta di sudut Ingatan.
Ke peluk takdir. Ada semburat bimbang
ku cari semangat ku yang dulu
tak ku temukan jawab nya
kota hujan tak seindah dulu lagi
waktu kian berlalu
ku coba untuk lebih bisa mawas diri
hanya senyum buah hati yang bisa menguatkan hati
Aku tuliskan harapan pada sisa waktu
Yang semakin berat tuk di lalui
biarlah dengan seiring masa aku titpkan keinginan yang terpendam
Di jantungku semakin bergolak aku serahkan semua kata
Permohonan hanya padamu TUHAN......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar