Siapa sangka istana yang kita bangun
rapuh hanya tersapu gempa kecil
Siapa sangka kemesraan yang terjalin
begitu mudah tersapu senyum manis merayu
lenyap cahaya terangku
gelap menemani dengan pekat nya
tiada bias nya lagi yang dulu begitu indah
Siang tak terasa siang
malampun tak kurasakan damainya lagi
apa hendak di kata nasip telah melekat di badan
Selain airmata dan cibiran orang orang terdekat
yang senantiasa menemani dengan stianya
segala cinta kasih tak ubah nya debu
yang kan lenyap tertiup angin
tiada kekalnya tanpa bisa di abadikan
lika liku siksa hidup kujalani
berat kian menyiksa
tanpa batas yang tak bisa di mengerti
siapa yang salah,siapa di dosakan
kesetiaan jauh dari kenyataan nya
kejujuran ternoda dengan dosa
cinta kasih hanya bagaikan kidung alam
merdunya hanya untuk di dengar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar